Wednesday, 23 September 2015
Perbedaan system update perangkat dan aplikasi pada ponsel Android milik SONY dan SAMSUNG
BUYERS GUIDE FOR SMARTPHONE
Untuk persaingan terberat masih di seputar vendor Samsung dan Apple , tapi dari awal tahun 2015 muncul pesaing tangguh dari pabrikan taiwan yaitu Xiaomi . Memang di awal kemunculan Xiaomi langsung di sambut hangat di pasar Smartphone tanah air dengan produknya Xiaomi Redmi 1s ( R1S ) memang sih sob klo di fikir - fikir kemunculan Xiaomi secara mendadak dan dengan strateginya yang keren langsung membawa Xiaomi di peringkat 5 besar vendor gelobal . Sebenernya termasuk ane sih sob.. ane sendiri salah satu pengguna produk Xiaomi walau pada awalnya ane sendiri agak ragu sama ini vendor karna masih awal dan belum ada reviewnya , namun setelah ane rasain sendiri ane yakin kalo vendor ini bakal jadi vendor dan pesaing yang berat buat para vendor pendahulunya .
Oke sob lanjut lagi ke buyers guide , ane akan share beberapa langkah jitu sebelum sobat beli smartphone yang banyak banget jenis , brand , dan spesifkasinya . Apa aja langkah – langkahnya ? simak beberapa langkah berikut :
- 1. Baca majalah atau koran smartphone terupdate
- 2. Banyaklah menggali informasi dari temen , saudara , temen kerja , dll ( yang sobat percaya )
- 3. Seringlah browsing info - info di mbah Google
- 4. Tonton video review , buyers guide smartphone , tips & trik , dan test smartphone di Youtube atau chanel – chanel smartphone di youtube
- 5. Pertimbangan
Itu tadi beberapa langkah jitu sebelum sobat beli smartphone yang pas dan update di kelasnya pastinya dengan biaya atau budget yang sobat punya , klo sobat nanya kenapa agan Taufik mau share buyers guide kaya begini ?
Namun di pertengahan tahun 2015 ini BlackBerry akan hijrah OS ke Android jadi kita tunggu aja kedatangannya ya sob.. lanjut lagi ke kisah nyata tentang guru ane tadi , dia beli BlackBerry Z3 denga reanch harga Rp. 2.000.000 – 3.000.000 an namun setelah beberapa bulan launching BlackBerry Z3 banyak mengalami keluhan dari penggunanya seberti susah untuk kembali ( back ) dll . Jadi itu salah satu hal yang ane pribadi enggak mau orang lain alamin dan cukup sama guru ane aja buat pelajaran , jadi di sini ane mau kasih pesan buat para buyers agar tidak mudah percaya dengan info – info yang beredar sebelum membuktikannya sendiri dan jadi lah buyers yang selektif dalam membeli .
FROM : Taufik Akbar
REVIEW MI PISTON 3
Tuesday, 12 May 2015
Alasan Jari Manis Untuk Cincin Kawin
Setiap orang pasti memimpikan bila menjadikan pernikahan sebagai suatu peristiwa sakral yang pertama dan terakhir, serta mendapatkan pasangan hidup yang setia dan selalu ada di samping, baik dalam masa suka maupun duka. Karena itulah, meski sulit dibuktikan secara logis, jari manis kita sebagai "pelabuhan" cincin pernikahan terasa sulit dipisahkan bila telah disatukan.
Untuk membuktikannya, tidak ada salahnya anda mencoba gerakan di bawah ini:
1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam ( lihat gambar ).
2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
3. Lalu cobalah buka ibu jari anda. Ibu jari yang mewakili orang tua bisa dibuka karena kita akan membentuk suatu keluarga baru. Hal ini berarti kita akan membentuk kehidupan baru yang terpisah dari orangtua.
4. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda. Jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda. Jari itu bisa terbuka karena mereka mereka akan memiliki keluarga dan kehidupan sendiri yang terpisah dengan anda.
5. Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking. Jari yang mewakili anak - anak anda ini juga dibuka. Cepat atau lambat anak - anak juga akan membentuk keluarga dan kehidupan baru yang terpisah dengan anda.
6. Selanjutnya, tutup jari kelingking anda. Coba buka jari manis anda tempat di mana kita menaruh cincin perkawinan. Anda akan akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Jari manis ini mewakili suami dan istri. Artinya, selama hidup, anda dan pasangan akan terus bersama satu sama lain dalam menjalani kehidupan.
Itulah alasan cincin kawin disematkan di jari manis. Sehingga anda dan pasangan akan terus bersama dan tak bisa terpisahkan dalam menjalani kehidupan.
From : Taufik Akbar & http://www.belantaraindonesia.org
Mengapa Kadar Oksigen Di Gunung Lebih Sedikit ?
Untuk suatu temperatur yang relatif tetap, maka massa udara di daerah pegunungan akan lebih rendah diakibatkan penurunan tekanan. Oleh sebab itu udara tersusun atas oksigen, maka kandungan oksigen pun akan menjadi lebih rendah.
Bisa juga karena tekanan udara semakin keatas atau tinggi akan semakin berkurang dan kadar oksigen semakin sedikit.
![]() |
| Grafik Penurunan Kadar Oksigen Di Ketinggian |
From : Taufik Akbar & http://www.belantaraindonesia.org
Tuesday, 21 April 2015
Tips-tips Dalam Memilih Sepatu Untuk Berkegiatan di Alam Terbuka
Sebelum kita memutuskan untuk membeli sepatu baru ada baiknya kita memperhatikan tips-tips di bawah ini
1. Pertimbangkan dengan Jenis Perjalanan yang akan Kita Lakukan Mulai dengan mencari sepatu boot atau sepatu trekking yang tepat dengan melihat kategori / karakter medan yang paling cocok dengan rencana perjalanan kita.
Secara umum sepatu outdoor bisa dibagi dalam 3 kategori dasar, yaitu :
a. Sepatu untuk pendakian ringan
Sepatu ini di desain untuk perjalanan sangat pendek seperti pendakian sehari atau aktivitas semalam saja. Sepatu tersebut menitik beratkan pada tingkat kenyamanan seperti penggunaan bantalan pelindung,dan bahan yang breathable (mempunyai kemampuan bernafas-mengeluarkan uap panas dari dalam sepatu).
b. Sepatu untuk pendakian sedang
Sepatu ini didesain untuk aktivitas pendakian dengan beban pendaki yang ringan sampai cukup.Sepatu ini lebih tangguh dan bisa menyangga / menahan beban yang dipikul dari pada sepatu ringan, sepatu ini cocok untuk perjalanan yang pendek sampai sedang pada medan yang mudah sampai cukup berat.
c. Sepatu untuk pendakian berat / sepatu khusus Mountaineering
Sepatu boot ini didesain untuk di medan berat dan dengan beban pendaki yang sedang sampai berat. Bentuknya tinggi, bisa menyangga kaki,dan bisa melindungi kaki dan pergelangan kaki. Sepatu ini didesain bagi aktivitas berhari-hari / berminggu-minggu. Sepatu ini sangat tangguh dan kaku bahkan beberapa diantaranya cocok untuk penggunaan crampon (untuk sepatu salju atau es), sehingga sepetu ini sangat melindungi dan menunjang untuk aktivitas mountaineering.
2. Pertimbangkan Masalah Bahan
Bahan yang dipergunakan dalam pembuatan sepatu bIoot atau tIrekking akan berpengaruh terhadap berat, kemampuan bernafas / breathability-nya, kekuatannya serta ketahanannya terhadap air. Berdasarkan bahan yang dipakainya, sepatu boot dibagi atas :
a. Sepatu dengan Bahan Nylon Mesh dan Potongan Kulit - Kelebihan sepatu jenis ini yaitu ringan sehingga bisa mengurangi beban, cenderung empuk di kaki, cepat dalam membukanya, harganya relatif lebih murah dan bisa bernafas (breathable), menjadikannya cocok dipakai pada cuaca hangat sampai sedang, cepat kering di kala basah dan cocok untuk perjalanan / pendakian pendek sampai sedang. Tapi mempunyai kelemahan, diantaranya kurang stabil pada medan yang miring, kurang tahan lama serta kebanyakan kurang tahan air dibandingkan sepatu boot dengan bahan full kulit (kecuali yang menggunakan lapisan waterproof).
b. Sepatu Kulit - Sepatu ini benar-benar tahan air, tangguh dan lebih supportive dibanding sepatu campuran bahan kulit dan nylon. Sepatu ini biasanya digunakan untuk perjalanan panjang / lama, beban pendaki berat dan medan pendakian yang sulit / keras, dan paling penting tahan lama. Tapi sepatu boot in tidak se-ringan dan se-breathable campuran kulit / nylon, serta memerlukan waktu untuk membuka dan memasangnya.
c. Sepatu Plastik - Sepatu ini dipergunakan untuk medan es atau salju, dipakai untuk kegiatan pendakian / ekspedisi ke gunung-gunung bersalju atau es. Bentuknya sangat kaku / rigid, sangat layak untuk penggunaan crampon (alas bergerigi yang dipasang di sepatu), terdiri dari dua lapis yaitu lapisan dalam sebagai penghangat dan bagian luar sebagai pelindung,Seiring perkembangan teknologi, beberapa sepatu boot baik dari bahan campuran kulit / kain atau full kulit sekarang banyak yang tahan terhadap air sehingga kaki tetap kering saat hujan turun, ini terjadi berkat penggunaan / perlakuan lapisan tahan air seperti Gore-tex, Sympatex Dry-tex, Outdry, dll. Perlakuan ini diaplikasikan pada kebanyakan material sepatu boot untuk mempertinggi tingkat ketahanan airnya..
Walau demikian lapisan ini bukan merupakan obat mujarab bagi sepatu boot, karena umurnya tidak tahan lama dan perlakuan ini berpengaruh terhadap harga serta bisa membuat kaki menjadi tidak nyaman jika dipakai di udara panas. Tingkat ketahanan air ini tergantung dari jenis bahan yang digunakan, bahan-bahan pelindungnya, seberapa sering dipakainya dan sebaik apa perawatannya. Jika perawatannya benar maka lapisan tahan airnya bisa bertahan lebih lama dari pada umur sepatu itu sendiri. Oleh sebab itu pastikan selalu mengikuti aturan
perawatan yang biasanya terdapat pada setiap kemasan sepatu, sehingga sepatu kita bisa tahan lama dan berfungsi dengan baik.
3. Pertimbangkan Cara Pembuatannya
Secara umum sepatu boot dibuat dengan cara mekanisasi / pabrikasi dan manual / hand made. Teknik pembuatannya dilakukan dengan cara dijahit dan direkatkan (di-lem atau di-press). Sepatu yang dibuat dengan teknik penjahitan performanya tangguh dan bisa diandalkan, jika telah usang / rusak solnya bisa diganti. Dengan teknik ini sepatu yang dihasilkan akan berbeda dalam
hal kekuatan dan kekakuan masing-masing produsen mempunyai kiat-kiat khusus, seperti gaya Norwegia, gaya Italy, dsb. Sedangkan sepatu yang dibuat dengan proses perekatan / pengeleman, biasanya pembuatannya lebih cepat, hasilnya lebih tangguh, umumnya lebih murah.
4. Pertimbangkan Saat Mencobanya
Setelah kita memilih berbagai ukuran dan modelnya, cara terbaik untuk memutuskan mana yang akan kita pilih adalah dengan mencoba sepatu tersebut. Saat mencoba sepatu, jangan mengandalkan ukuran sol sepatu yang umum atau berpatokan pada nomor yang biasa kita pakai. Sebab sepatu no. 8 buatan pabrik / merk yang satu mungkin berbeda dan memang biasanya berbeda dibandingkan buatan pabrik/merk yang lain. Jadi yang terbaik adalah mencobanya.
From : www.eigeradventure.com
Petunjuk Pengamatan Satwa di Alam
Sebelum melakukan pengamatan, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan persiapkan, yaitu :
Pakaian
Untuk mengamati satwa hendaknya tidak mengenakan pakaian berwarna cerah dan mencolok, karena hal ini akan membuat satwa takut dengan kehadiran Anda. Gunakanlah pakaian berwarna redup, seperti coklat atau hijau. Yang paling penting untuk diperhatikan adalah pakaian yang dikenakan harus nyaman, menyerap keringat, berkerah, mudah kering bila basah dan memiliki kantung untuk menyimpan buku catatan saku. Sebaiknya Anda menggunakan pakaian berlengan panjang, supaya tidak terganggu oleh gigitan serangga atau tergores duri. Jangan lupa menggunakan topi lapangan dan membawa payung.
Perlengkapan Pengamatan
Perlengkapan untuk pengamatan terdiri dari teropong, buku pengenalan jenis satwa (field guide) dan buku catatan lapangan.
Teropong, merupakan alat utama yang harus tersedia dalam melakukan pengamatan satwa. Teropong berukuran 8x30 dan 8x40 adalah yang paling ideal untuk pengamatan di hutan. Jika kita hendak mengamati burung di tempat terbuka, menggunakan teropong berukuran 10x40 akan lebih baik. Sedangkan bila kita akan mengamati satwa di tempat terbuka, teropong satu lensa (monocular) akan lebih baik lagi.
Buku pengenalan jenis (field guide), diperlukan untuk membantu kita mengenali jenis satwa yang kita lihat denga benar. Sayangnya, saat ini belum ada buku pengenalan satwa yang mencakup seluruh Indonesia.
Buku catatan lapangan, harus selalu dibawa oleh pengamat selama melakukan pengamatan. Buku ini sebaiknya memiliki sampul yang tahan air, tidak mudah terlipat dan berukuran kecil supaya dapat disimpan di saku baju atau celana. Jika buku pengenalan jenis sedang tidak ada atau jenis satwa yang diamati tidak dapat ditemukan dalam buku pengenalan jenis yang dibawa, buku catatan lapangan ini akan sangat berguna.
Cara Menggunakan Teropong
Untuk melakukan pengamatan satwa, sebelumnya kita harus menguasai cara-cara menggunakan teropong dengan benar. Berikut ini adalah panduan cara menggunakan teropong :
a. Carilah roda fokus dan penala okuler pada teropong.
b. Tutup lensa obyektif (lensa besar) sebelah kanan dengan tangan dan putar roda fokus hingga obyek terlihat jelas dengan mata kiri.
c. Tutup lensa obyektif sebelah kiri dan putar roda penala okuler hingga obyek terlihat jelas dengan mata kanan.
d. Sekarang teropong Anda sudah ditala untuk kondisi mata Anda, jangan lagi memutar penala okuler.
e. Jika hendak melihat obyek yang berbeda dengan teropong, gunakan roda fokus untuk memperjelas obyek.
Setelah bisa menggunakan teropong dengan baik, maka kita dapat memulai kegiatan pengamatan.
Cara Mengamati Burung
Hal pertama yang harus diingat selama melakukan pengamatan burung adalah bahwa penglihatan dan pendengaran burung sangat peka. Burung akan segera terbang dan menghilang dari pandangan apabila merasa terganggu dengan kehadiran kita. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa hal di bawah ini :
- Jangan bersuara dan berjalanlah secara perlahan-lahan.
- Jika memungkinkan, carilah tempat untuk persembunyian.
- Gunakan pakaian dan topi dengan warna yang redup (tidak mencolok).
- Amati burung sambil duduk, karena dengan duduk Anda akan dapat bertahan lebih lama mengamatinya.
Secara garis besar, teknis pencatatan hasil pengamatan burung di lapangan adalah sebagai berikut :
- Catat tanggal, waktu dan lokasi pengamatan.
- Gambarkan lokasi pengamatan (misalnya di perumahan, kebun, hutan, dan lain-lain).
- Catat kondisi cuaca pada saat melakukan pengamatan.
- Catat jenis-jenis burung yang dijumpai selama pengamatan.
Pada kenyataannya, di lapangan seringkali kita menemukan jenis-jenis burung yang relatif sulit untuk dikenali (diidentifikasi). Untuk jenis-jenis seperti ini kita harus melihatnya dari jarak yang cukup dekat, supaya bisa menggambarkannya dengan jelas di buku catatan lapangan. Gambar dalam buku catatan lapangan sebaiknya meliputi bentuk dasar, warna bulu sayap, warna kepala, bentuk paruh
From : www.eigeradventure.com










